7 Macam Penanganan Takikardia Secara Medis dan Upaya Pencegahannya

7 Macam Penanganan Takikardia Secara Medis dan Upaya Pencegahannya

Jantung sebagai organ terpenting dalam tubuh manusia merupakan organ yang sensitif, sehingga harus benar-benar dijaga kesehatannya. Ada berbagai macam masalah pada jantung jika pola hidup tidak sehat, salah satunya yaitu takikardia.

Penyakit ini merupakan kondisi dimana detak jantung lebih dari 100 kali per menitnya, sedangkan ukuran normalnya, detak jantung dewasa berdetak 60-100 kali setiap menit. Penyebab penyakit ini biasa disebabkan oleh anemia, hipertensi, gangguan elektrolit tubuh, efek samping obat, merokok, mengonsumsi kafein dan minuman beralkohol, stress dan lainnya.

 

Menangani Takikardia Secara Medis

 

Adapun gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan sesak napas, pusing, kelelahan, nyeri pada dada, pingsan dan jantung berdebar. Jika Anda sering mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Nah, berikut ada beberapa penanganan takikardia secara medis, yaitu:

1.     Pemberian Obat

Penanganan pertama yang biasa diberikan yaitu pemberian obat antiaritmia. Obat yang diberikan umumnya penghambat beta atau antagonis kalsium yang bertujuan untuk menormalkan detak jantung. Kemudian pada beberapa kasus, dokter juga akan meresepkan obat untuk mengencerkan darah karena penderita penyakit ini sangat berisiko mengalami penggumpalan darah.

2.     Kardioversi

Terapi ini dilakukan dengan memberikan sengatan listrik ke jantung, karena aliran listrik juga mempengaruhi impuls listrik jantung dan berfungsi untuk menormalkan detak jantung jantung.

3.     Manuver Vagal

Penanganan takikardia selanjutnya yaitu manuver vagal yang dilakukan dengan cara menekan daerah leher. Manuver ini nantinya akan berpengaruh pada saraf vagus yang berperan untuk melambatkan detak jantung.

4.     Ablasi

Melalui media kateter atau selang kecil yang dimasukkan lewat lengan, pangkal paha ataupun leher dan diarahkan ke jantung. Ablasi ini bertujuan untuk mengeluarkan energi radio frekuensi yang berguna dalam menghancurkan aliran listrik tidak normal pada jantung.

5.     Implantable Cardioverter (ICD)

Alat ICD ini dipasang di dada ketika kondisi jantung berisiko mengancam nyawa atau berhentinya jantung. Alat ini dipasang untuk memonitor detak jantung dan mengirimkan listrik saat diperlukan.

6.     Pemasangan Alat Pacu Jantung

Bertujuan untuk menormalkan detak jantung, alat berukuran kecil ini ditanam di bagian bawah kulit dan akan mengeluarkan gelombang elektrik.

7.     Pembedahan

Penangan pada kasus dimana kondisi jantung sudah parah yaitu dengan melakukan pembedahan. Penanganan ini dilakukan untuk menghancurkan jalur listrik yang tidak normal dan bisa memicu penyakit ini.

Meskipun setelah pengobatan sudah dinyatakan sembuh, akan tetapi jika pola hidup kembali tidak baik dan tidak menjaga kesehatan, maka bukan tidak mungkin kondisi takikardia ini akan muncul kembali.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda tetap melakukan pencegahan penyakit ini dengan menerapkan pola hidup sehat seperti tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dan juga membaca artikel seks dan kesehatan lain. Kemudian menjaga berat badan atau tidak obesitas, menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah, hindari penggunaan NAPZA, rutin berolahraga dan tentunya menjaga pola makan.